ini tentu Menjadi PR yang harus diselesaikan oleh Pejabat Bupati setelah Era Bupati Definitif. Kurang dari 6 Bulan setelah Pemerintah Daerah Mamasa Definitif (Ramlan Badawi-Martinus Tiranda) menyelesaikan periodenya pada 19 September 2023 sudah 2 kali Kabupaten Mamasa di berganti Pejabat Bupati, yang pertama oleh Yakob F Solon 19 September 2023 – 9 Januari 2024 kemudian dilanjutkan oleh Dr. Zain sampai sekarang.
Yakob F Solon, seorang Putra Asli Daerah Mamasa yang menjabat PJ Bupati Mamasa selama kurang lebih 3 bulan sepertinya tak dapat berbuat banyak, masalah akibat Defisit anggaran yang ditinggalkan Bupati definitif tak dapat diselesaikan oleh Beliau.
Beberapa tudingan bahwa beliau tidak Netral sebagai PJ Bupati Mamasa dan aktif mengkampanyekan salah satu Partai Politik menjadi salah satu sebab Yakob F Solon harus rela Kekuasaannya selesai dalam waktu yang relatif Cepat.
Selain karena tak ada 1 pun Program Inovatif yang dilakukan saat Yakob F Solon saat jadi Pj Bupati Mamasa untuk menyelamatkan daerah dari kebangkrutan karena ketidakmampuan mengelola anggaran dengan baik, sepertinya beliau memang tak punya kapasitas untuk memimpin sebuah daerah Otonom.
Kini Harapan Besar ada di pundak Dr. Zain untuk memperbaiki kondisi Mamasa, sebelum dipegang oleh Bupati Definitif lagi. seperti yang diketahui Publik Pemerintah era Dr. Zain telah mengambil Pinjaman jangka Pendek ke BPD Mamasa sebesar 32 M untuk menyelesaikan masalah defisit. namun Hingga kini masih banyak pertanyaan kemana pinjaman 32 M ini?
Kesimpulan
Kesimpulannya adalah Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa telah gagal dan sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk membangun Kabupaten ini Menjadi Kabupaten yang sejahtera dan damai untuk di tinggali oleh seluruh Rakyat Mamasa.
Lalu apakah kita akan tinggal diam dengan Pemerkosaan yang dilakukan secara terang terangan di depan kita ini? Ataukah kita ingin bergerak dan mengambil peran untuk pembangunan Mamasa yang jauh lebih baik?. (*)





