Lintas-Enam.com, Mamasa – Hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) beberapa pekan terakhir mengakibatkan longsor di sejumlah titik di jalan penghubung Kecamatan Sumarorong, Nosu dan Pana’.
Akibatnya, akses penghubung di tiga kecamatan itu sulit dilalui pengendara bermotor maupun mobil.
Sebelumnya, pada musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) di Nosu beberapa minggu lalu, Dinas PU Kabupaten Mamasa berjanji akan mengerahkan alat berat membersihkan material longsor.
Namun, hingga saat ini janji itu tak kunjung ditepati pihak Dinas PU Kabupaten Mamasa.
Karenanya, Ketua Umum Kesatuan Mahasiswa Kabupaten Mamasa, Marnos Maraya Allolinggi, angkat bicara.
Marnos mengatakan, kondisi jalan yang menghubungkan Kelurahan Tabone, Kecamatan Sumarorong dan Kecamatan Nosu serta Kecamatan Pana, kian memprihatinkan.
Sebabnya, ia mendesak pemerintah Kabupaten Mamasa dan pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, agar segera memperhatikan jalan tersebut.
Apa lagi jalan itu dianggap sebagai urat nadi perekonomian masyarakat karena satu-satunya akses penghubung yang dilalui masyarakat mengangkut kebutuhan pokok.
“Kami minta agar Dinas PU menyediakan alat berat di sekitar wilayah itu yang bisa sekali waktu digunakan saat terjadi longsor,” pintanya.
Marnos juga menuntut janji Dinas PU bahwa pihaknya akan memobilisasi alat berat dalam waktu dekat, guna membersihkan material longsor dan memperbaiki jalan yang rusak parah.
“Sudah berapa minggu ini dijanji, tapi sampai sekarang alat berat yang dimaksud belum ada. Dinas PU ingkar janji,” ucap Marnos.





