Berita  

Kecewa Tak Ditemui Kajari Mamasa Saat Aksi, GMNI Siapkan Demonstrasi Berjilid

Gambar: Aksi unjuk rasa GMNI Mamasa di Halaman Kantor Kejaksaan Negeri Mamasa (Semuel/Lintas-Enam.com)

​MAMASA, Lintas-Enam.com — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mamasa, berencana lakukan aksi unjuk rasa di Kejaksaan Negeri Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, secara kontinu.

Rencana ini buntut dari kekecewaan GMNI karena Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mamasa tidak bersedia menemuinya saat berunjuk rasa di Halaman Kantor Kejari Mamasa, Rabu (2/8/2026) kemarin.

Padahal aksi demonstrasi tersebut membawa sejumlah tuntutan krusial terkait penegakan hukum dan penuntasan dugaan kasus korupsi di Kabupaten Mamasa.

Bungkamnya pimpinan Kejari Mamasa karena tidak bersedia menemui para mahasiswa, dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap transparansi publik dan ketidakseriusan dalam menanggapi aspirasi masyarakat.

​Ketua DPC GMNI Mamasa, Toni Mekar Putra, menyayangkan sikap tertutup yang ditunjukkan Kepala Kejari Mamasa, karena menimbulkan kecurigaan publik mengenai penanganan hukum yang berlarut-larut.

Baca Juga:  GMNI Mamasa Kecam Dugaan Tindakan Represif terhadap Warga Tolak Aktifasi TPA Salurano

​”Kami datang dengan iktikad baik membawa suara rakyat Mamasa, tetapi tidak ada keberanian dari Kajari Mamasa untuk menemui dan berdialog secara langsung,” ungkap Toni, Kamis (3/8/2026).

“Sikap ini sangat mengecewakan dan mencoreng marwah lembaga penegak hukum,” sambungnya.

​Sebagai bentuk respons atas sikap tidak kooperatif tersebut, GMNI Mamasa secara tegas menyatakan akan memperpanjang gelombang protes.

DPC GMNI Mamasa, kata Toni, akan mengonsolidasikan seluruh kader dan elemen masyarakat untuk menggelar aksi unjuk rasa lanjutan secara berjilid-jilid dengan eskalasi massa yang lebih besar hingga tuntutan mereka dipenuhi.
​
“Kami sangat menyayangkan sikap Kajari Mamasa yang tidak menemui kami, padahal Kajari Mamasa ada dalam ruangan pada saat itu,” tukasnya kecewa.

Baca Juga:  Pilkades Serentak Luwu Utara Bakal Digelar Tahun Ini, 41 Desa Siap Berkompetisi

Sebabnya, GMNI menilai, Kajari Mamasa tidak bersikap transparan terhadap perkembangan penanganan kasus-kasus hukum di Kabupaten Mamasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *