Berita  

Festival Literasi Mamasa Hadirkan Literasi Visual, Kearifan Lokal Dihidupkan Lewat Tenun dan Warna Alam

Gambar: Peserta didik antusias mengikuti festival literasi

MAMASA, Lintas-Enam.com — Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Festival Literasi 2026 di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Festival yang digelar di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan, Desa Buntu Buda, Kecamatan Mamasa, itu tidak hanya menghadirkan aktivitas membaca dan menulis.

Pada hari terakhir, Jumat (18/9/2026), Lembaga Literasi Pangngukiq mendapat ruang untuk memperkenalkan konsep “Literasi Visual” kepada para peserta yang didominasi pelajar tingkat SD dan SMP.

Kehadiran Sekolah Alam Pangngukiq menjadi daya tarik tersendiri.

Para pelajar diajak melihat bahwa literasi tidak berhenti pada buku, tulisan, maupun angka.

Mereka diperkenalkan pada pengetahuan kearifan lokal Mamasa melalui gambar, lukisan, ukiran, motif tenun hingga berbagai keterampilan tradisional yang mulai jarang ditemui.

Baca Juga:  Bayang-bayang Penguasa Masa Lalu dan Sederet Fakta di Balik Dana Hibah STT Arastamar Mamasa

Pendiri Literasi Pangngukiq, Indra Sakti Permana, mengatakan tema literasi visual sengaja diusung sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kembali pengetahuan tradisional Mamasa kepada generasi muda.

Menurutnya, kearifan lokal merupakan pengetahuan penting yang perlu terus diwariskan, baik melalui sekolah negeri maupun swasta.

“Literasi visual bukan hanya berbicara tentang membaca dan menulis, tetapi bagaimana peserta dapat mengenali dan mempelajari pengetahuan kearifan lokal dengan melihat gambar, lukisan, ukiran maupun motif tenun,” kata Indra.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya berdiskusi.

Pelajar dari SD Negeri 001 Mamasa dan SMP Frater Mamasa, juga diajak menyaksikan langsung proses menenun yang diperagakan anak-anak didik Sekolah Alam Pangngukiq.

Empat teknik tenun Mamasa diperkenalkan dalam atraksi tersebut, yakni Sakka, Sungki’, Rai-Rai dan Palawa.

Baca Juga:  Mengaku Dipersulit, Kelompok Tani di Desa Saluahok Mamasa Gagal dapat Pupuk Gratis

Menariknya, seluruh atraksi diperagakan langsung oleh anak-anak didik Sekolah Alam Pangngukiq.

Bagi peserta, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran yang berbeda.

Penulis: Samuel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *