MAMASA, Lintas-Enam.com — Sinergi Muda Mamasa mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, agar lebih fokus mengurus kepentingan masyarakat.
Desakan itu disampaikan Ketua Harian Sinergi Muda Mamasa, Ryan Mewa’, via WhatApp, Kamis (3/9/2026).
Ia menilai pemerintah memiliki kewenangan, anggaran, fasilitas, dan jabatan yang seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat.
Menurut Ryan, masyarakat tidak boleh terus dibiarkan berjuang sendiri untuk menyuarakan hak dan kebutuhan mereka.
“Urus rakyat. Jangan hanya hadir ketika membutuhkan suara rakyat,” tegas Ryan.
Ia juga meminta Pemda Mamasa tidak terjebak dalam kepentingan politik maupun kelompok tertentu.
Kata Ryan, aeharusnya pemerintah menempatkan pelayanan publik sebagai prioritas utama.
“Kami tidak meminta perlakuan istimewa. Kami hanya menuntut hak sebagai rakyat,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa Mamasa dibangun melalui perjuangan dan pengorbanan masyarakat.
Karena itu, kata dia, rakyat berhak mendapatkan pemerintahan yang bekerja untuk kepentingan mereka.
Ryan menegaskan kritik tersebut merupakan bentuk kontrol masyarakat terhadap pemerintah.
“Kalau pemerintah tidak bergerak, rakyat akan bergerak. Kalau suara rakyat tidak didengar, rakyat akan menggugat,” katanya.
Ia memastikan, gerakan tersebut akan disampaikan melalui kritik dan aspirasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebab menurutnya, kekuasaan pada akhirnya harus digunakan untuk kepentingan masyarakat.
“Ini bukan ancaman. Ini peringatan bahwa kekuasaan berasal dari rakyat dan harus kembali untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.
Sinergi Muda Mamasa pun meminta Pemda segera merespons berbagai persoalan masyarakat dengan langkah konkret.
“Pemda Mamasa, hentikan kepentingan politik. Saatnya mengurus rakyat,” pungkas Ryan.(*)
