Kisah serupa dialami Ibu Kristina Imelda, nasabah PNM Mekaar Unit Mamasa sekaligus Ketua Kelompok Mekaar Rante Koppe yang bergabung sejak 2017.
Berawal dari usaha warung sederhana yang hanya menjual beberapa porsi nasi kuning, kini usahanya berkembang menjadi warung makan dengan beragam menu, seperti ayam geprek, nasi campur, ikan goreng, dan berbagai lauk lainnya berkat dukungan pembiayaan dari PNM Mekaar.
Pemimpin Cabang PNM Makassar, Yazdi Anugerah, mengatakan program Mekaar dirancang untuk memperluas akses permodalan dan pemberdayaan usaha bagi perempuan prasejahtera, termasuk di wilayah terpencil.
“Fokus kami melalui program Mekaar adalah memastikan masyarakat, termasuk di daerah yang membutuhkan akses modal usaha, dapat merasakan manfaat kehadiran PNM. Kami berharap program ini dapat membantu perempuan pelaku ekonomi agar usahanya semakin berkembang,” kata Yazdi.
Selain pembiayaan, PNM juga secara rutin memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para nasabah.
Materi yang diberikan meliputi kepemimpinan, budaya menabung, desain kemasan produk, pemasaran daring dan luring, penentuan harga pokok produksi, penghitungan Angka Kecukupan Gizi (AKG), hingga pencatatan keuangan sederhana.
Saat ini, PNM Makassar memiliki 116 kantor Unit Mekaar dan 16 kantor Unit ULaMM yang tersebar di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Papua sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan usaha perempuan ultra mikro sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka. (*)






