Melakukan normalisasi dan pemeliharaan jalan poros dan jembatan yang sangat mendesak dan dibutuhkan masyarakat, satu di antaranya Poros Aralle-Baruru.
Mengembangkan Ekonomi Daerah yang Merata Berbasis Ekonomi Kerakyatan
Dalam mewujudkan misi ini, Welem juga akui terus menerus berkomunikasi san berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik dalam daerah maupun luar daerah Kabupaten Mamasa.
Langkah yang dilakukan dalam mewujudkan misi ini, yakni memfasilitasi petani melalui kelompok tani agar lebih bersemangat meningkatkan produktivitas dengan memfasilitasi penyaluran bibit-bibit pertanian secara gratis, dukungan alat pertanian dan penyaluran pupuk gratis kepada kelompok tani berdasarkan RDKK kementerian pertanian, untuk tahun 2025.
Adapun jumlah kelompok tani yang terdaftar tahun 2025 yaitu sebanyak 1.878 kelompok.
Dari jumlah itu, yang mampu mencairkan bantuan pupuk gratis sebanyak 533 kelompok.
Diakui Welem, penyaluran pupuk gratis ini belum maksimal disebabkan beberapa faktor.
Masalah yang dihadapi karena program pupuk gratis ini dilaksanakan di pertengahan tahun anggaran.
Sehingga, kemampuan dan waktu kelompok tani menyiapkan dokumen, dianggap sangat terbatas.
“Ada juga beberapa kelompok tani yang tidak yakin bahwa akan ada pupuk gratis, sehingga tidak mau mengurus dokumen kelompoknya,” akunya.
Selain itu, karena pupuk gratis inu merupakan program baru, maka semua pihak berhati-hati dalam proses penyaluran.
Kendati begitu, ia berharap di tahun 2026, jumlah kelompok yang sudah ditetapkan, dimungkinkan menerima pupuk gratis, baik kelompok tani sawah maupun kelompok tani perkebunan.
“Tahun 2026 kita siapkan pupuk kapur atau dolomit sebanyak 80 ton yang siap disalurkan secara gratis,” kata Welem lanjut.
Selain itu, guna meningkatkan ekonomi masyarakat, Pemda Mamasa juga telah memfasilitasi pelaku UMKM untuk berjualan di Lapangan Kondosapta.
