Masih Welem, Pemda juga sedang dilakukan penataan dan revitalisasi pasar-pasar yang tidak produktif meskipun anggaran terbatas, begitupun terhadap destinasi wisata.
Lebih jauh dijelaskan, mengenai peningkatan ekonomi, Pemda Mamasa juga tengah berupaya mengoptimalkan pendapatan daerah melalui pemungutan pajak dan retribusi dengan mengangkat kolektor PAD setiap desa.
Bahkan telah dibentuk Satuan Tugas (Satgas) PAD yang merupakan rekomendasi DPRD Mamasa,
Hal itu bertujuan untuk memaksimalkan pendapatan daerah, sekaligus memantau potensi pendapatan asli daerah (PAD).
Satu kesyukuran juga kata Bupati, karena kopi Mamasa telah teregister di Kemenkumham Sulbar, bahwa kopi Mamasa akan mendapatkan nomor sertifikat dan mendapatkan Id sebagai identitas kopi asli Mamasa.
Guna meningkatkan pendapatan daerah pula, telah dilakukan penambahan OPD, yakni Badan Pendapatan Daerah, melalui dukungan DPRD Mamasa.
Dalam rangka pemulihan keuangan daerah, Pemda Mamaaa juga masih melanjutkan kerjasama antar Kejaksaan Negeri Mamasa terhadap pemulihan aset daerah.
Meningkatkan Solidaritas Keumatan, Kehidupan Sosial Kemasyarakatan, serta Keamanan dan Ketertiban
Misi ini merupakan nilai-nilai kearifan lokal Mamasa yang ada sejak dulu kala dan masih terjaga yang menjadi warisan leluhur dengan semboyan sitayuk sipakasalle, sirande maya-maya, mesa kada dipotuo, pantan kada dipomate.
Moderasi beragama dan perbedaan agama, suku ras, maupun status sosial, tidak menjadi penghalang dan hambatan untuk membangun silaturahmi gotong-royong dalam bingkai masyarakat.
Langka yang dilakukan untuk mewujudkan misi ini, yakni mendorong kearifan lokal melalui forum lembaga keumatan atau FKUB.
Mendorong peran tokoh masyarakat dan tokoh adat, fungsi lembaga adat dan aliansi masyarakat adat nusantara dan tokoh-tokoh adat.
Melestarikan Nilai Adat Kearifan Lokal dan Menjaga Lingkungan
