Berita  

Aktivis GMNI Minta Pemda Mamasa Prioritaskan Kebutuhan Dasar Masyarakat pada Pergeseran Anggaran

Mantan Ketua GMNI Cabang Mamasa, Rihardes Langi Memanna

Aktivis GMNI Minta Pemda Mamasa Prioritaskan Kebutuhan Dasar Masyarakat pada Pergeseran Anggaran

Lintas-Enam.com, Mamasa – Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, tengah menyusun pergeseran ABPD pokok tahun anggaran 2026.

Langkah pemerintah menggeser anggaran ini, mendapat tanggapan Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamasa.

Perihal pergeseran itu, mantan Ketua Cabang GMNI Cabang Mamasa, Rihardes Langi’ Memanna beri pesan kepada Pemerintah Daerah (Pemda).

Rihardes meminta Pemda menjadikan kebutuhan dasar masyarakat sebagai prioritas dalam pergeseran anggaran tahun 2026.

“Kami meminta Bupati untuk memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat dalam pergeseran anggaran tahun 2026, jangan lagi melakukan pergeseran anggaran kepada program yang tidak terlalu mendesak, apalagi hanya sekedar pencitraan,” ujarnya kepada Lintas-Enam.com, Rabu (11/3/2026).

Baca Juga:  Pengadilan Negeri Mamuju Lakukan PS Perkara Sengketa Lahan Sawit di Mamuju Tengah

Rihardes mengatakan, sebelumnya ada ada hasil rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD, Pemerintah Daerah, masyarakat dan mahasiswa terkait pemberian kompensasi bagi masyarakat Desa Rantepuang, di sekitar TPA.

Sehubungan dengan itu, Rihardes menginginkan agar Pemda Mamasa tidak abai terhadap hasil RDP yang dilakukan di awal tahun ini.

“Jelas dalam hasil kesepakatan point ketiga bahwa Pemda akan memberikan kompensasi kepada Masyarakat yang ada di desa Rantepuang,” sebut Rihardes.

Baca Juga:  Aksi Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Blokade Jalan Nasional di Luwu Berdampak, Lalu Lintas Lumpuh Total

“Kami meminta Pemda untuk tidak lupa dan memenuhi hak-hak dasar masyarakat yang ada di Rantepuan,” pintanya lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *