Tanda bahaya itu diterima oleh Basarnas Mamuju, dengan respon cepat segera mengaktifkan operasi SAR yang terjadi di wilayahnya.
Basarnas Mamuju langsung mengkoordinasikan kecelakaan kapal yang terjadi tersebut dengan stakeholder terkait dan segera membangun posko terpadu SAR gabungan, tak jauh dari lokasi kejadian.
Bersamaan dengan itu, sebuah kapal nelayan lainnya melintas dan melihat kapal yang terbakar tersebut.
Mereka juga melihat para korban melambaikan tangan, meminta pertolongan.
Kapal itu segera melaporkan kecelakaan kapal dan kondisi para korban ke Posko Terpadu SAR Gabungan.
KN SAR PARKESIT 251 diterjunkan ke lokasi bersama tim rescue dan crew kapal. Terlihat turut serta potensi SAR bergabung diatas kapal tersebut. K
N SAR PARIKESIT 251 bergerak menuju ke lokasi kecelakaan kapal untuk segera memadamkan kebakaran kapal naas tersebut.
Tim rescue SAR Gabungan menurunkan sea raider di KN SAR PARIKESIT 251 untuk mendekati dan segera mengevakuasi korban yang terapung-apung di laut.
Turut diterjunkan 2 SRU menggunakan rubber boat untuk membantu proses evakuasi korban dengan metode reach (meraih), dan row (menghampiri korban dengan perahu).
Korban selanjutnya dibawa menuju ke atas KN SAR PARIKESIT 251.
KN SAR PARIKESIT 251 kemudian bergerak menuju pelabuhan simboro. Di atas kapal, tim dengan cekatan memberikan pertolongan kepada tiga korban yang membutuhkan.
Terdapat korban dalam kondisi pingsan, mengalami henti nafas dan henti jantung akibat sumbatan jalan nafas.
Mereka memberikan Resusitasi Jantung Paru (RJP) hingga korban sadar dan stabil.
Tim juga melakukan pemindaian kepada seorang korban lainnya yang mengalami fraktur di bagian tungkai kanan.
Ada juga korban yang mengalami sesak nafas akibat kecapean.
Selang beberapa menit kemudian, dilaporkan bahwa masih ada dua korban yang belum ditemukan.






