Rencana Off-road Jalur Nosu-Pana, Tokoh Pemuda: Masih Banyak Hal Urgent yang Mesti Diurus
Lintas-Enam.com, MAMASA – Tokoh pemuda asal Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Markus Mangosa, mengecam keras rencana kegiatan off-road di jalur Nosu, Pana’ dan Tabang yang akan dilaksanakan oleh Indonesia Off-road Federation (IOF) Mamasa.
Menurut Markus, masih banyak persoalan mendesak yang seharusnya menjadi prioritas bersama, ketimbang menggelar kegiatan hobi yang berpotensi merugikan masyarakat.
“Masih banyak hal urgent yang mestinya menjadi perhatian kita bersama, bukan main off-road yang akan merugikan masyarakat,” tegas Markus dalam pernyataan tertulis, Kamis (21/6/2026).
Markus menilai Jalan Nosu, Pana’ dan Tabang merupakan akses vital bagi warga untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Kondisi jalan yang sudah memprihatinkan justru berisiko semakin rusak, jika dilintasi kendaraan off-road dalam jumlah besar.
Ia juga menyayangkan minimnya pelibatan masyarakat dalam perencanaan kegiatan tersebut.
Bagi Markus, keputusan yang menyangkut akses publik harus melalui konsultasi dan persetujuan warga yang terdampak langsung.
Atas dasar itu, Markus mendesak:
- Panitia pelaksana dan IOF Mamasa untuk membatalkan penggunaan jalur Nosu Pana’ – Tabang sebagai rute offroad.
- Pemerintah Kabupaten Mamasa agar memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan ketimbang memberi izin kegiatan yang merusak.
- Dibukanya ruang dialog antara pemerintah, panitia, dan masyarakat sebelum keputusan diambil.
Markus menegaskan, pihaknya tidak anti terhadap kegiatan olahraga.
Namun, ia meminta agar kegiatan tersebut tidak dilakukan di jalan yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.
“Fokus dulu urus jalan dan kebutuhan dasar warga. Jangan sampai hobi segelintir orang mengorbankan kepentingan ribuan orang,” tutupnya. (*)






