Aktivis Mamasa Tolak Jalan Poros Nosu-Pana Dijadikan Jalur Off-road
Lintas-Enam.com, MAMASA – Rencana kegiatan off-road yang digagas Indonesia Off-Road Federation (IOF) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), menuai polemik.
Pasalnya, kegiatan itu digadang-gadang bakal menggunakan jalan poros Kecamatan Nosu dan Kecamatan Pana’, sebagai lintasan.
Rencana penggunaan jalan itu bahkan menuai kecaman dari aktivis, lantaran dianggap kecelakaan berpikir.
Pernyataan itu disampaikan Ical Lando Lalan, Aktivis Mamasa, asal Kecamatan Nosu.
Ia menyebut rencana itu sebagai kecelakaan berpikir pihak Pemda Mamasa dan panitia pelaksana.
Menurutnya, Jalan Nosu-Pana’ butuh perhatian pemerintah, bukan dijadikan tempat kegiatan seperti off-road.
“Kalau betul akan diadakan di Jalan Nosu Pana’, saya rasa ini adalah kecelakaan berpikir yang dilakukan Pemda Mamasa dan panitia pelaksana kegiatan,” ujarnya, kepada Lintas-Enam.com, Kamsi (21/5/2026).
Ical berujar, Jalan Tabone–Nosu Pana’ merupakan urat nadi masyarakat yang telah diperjuangkan bertahun-tahun.
“Bertahun-tahun kami perjuangkan jalan Tabone–Nosu-Pana’. Justru sekarang akan kalian rusak. Ini sama saja penghinaan bagi kami,” kata Ical.
Ironis, kondisi jalan Nosu-Pana’ yang saat ini semakin memprihatinkan, bukan diperbaiki, malah dijadikan arena hiburan.
Sebabnya, Ical mengaku bakal pasang badan menolak kegiatan off-road dilaksanakan di ruas jalan Nosu-Pana’.
“Masyarakat Nosu Pana’ tidak butuh hiburan yang tidak berguna buat kami. Kami butuh perhatian pemerintah dengan kondisi jalan Nosu Pana’ hari ini. Tapi justru kalian mau rusak dengan kegiatan-kegiatan yang tidak ada untungnya buat kami,” katanya.
