Pilkada datang seolah mengipasi agar disegerakan pembangunan pasar itu. Minimal pemasangan papan proyek oleh Pemkab Mamasa.
Dan, soal pasar ini, menyeruak kabar zumir bahwa “ada pilkada dalam jual beli lokasi pasar”.
Jika hal ini benar Pj. Zain mesti kerja keras merapikan barisan pemerintahannya. Waktu untuknya di Mamasa — dalam hitungan normal — tak cukup 3 bulan lagi. Penguasa baru Mamasa segera mengenakan mahkota, sekitar 15 Februari mendatang.
Lalu Zain?
Intelektual mapan di bidang agama Islam dan perbandingan agama-agama Samawi, ujian terberat untuknya menghadang kini ada di pasar Jokowi.
Akankah ia tersandera kasus pasar itu gegara zzzefek pilkada? Entahlah.
Silang singkarut Pilkada Mamasa barusan berisisan kuat dengan kian membuncahnya harapan Rakyat Mamasa untuk segeranya hadir pasar pelipur lara masa depan itu.
Belum ada penjelasan secuil pun dari Denpasar, Bali, tempat teduh om Jenol bermukim sejak lama. (*)
SARMAN SHD






