Apalagi menurut Bupati, yang dibahas adalah hal yang menyagkut kepentingan masyarakat Kabupaten Mamasa.
“Saya kira tidak ada masalah. Dan itu hal yang wajar apalagi di luar dari jam kerja yang tidak mengganggu,” ujar Bupati Mamasa, di ujung telepon, Selasa (8/92026).
Bupati juga tak membantah bawa dirinya memanggil OPD untuk mensinkronkan antara rencana kerja dan anggaran (RKA) dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (PJMD).
“Jadi bukan dipanggil satu-satu tetapi per OPD. Itu untuk sinkronisasi antara RKA dan RPJMD, jadi hanya penajaman program masing-masing OPD,” ujarnya.
Bupati Mamasa memastikan bahwa pemanggian kepala OPD bukan membahas soal anggaran. Tetapi pemanggilan terhadap OPD memastikan program di masing-masing OPD yang disaksikan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD).
“Kalau bahas anggaran, kan tempatya di DPRD, jadi ini bukan soal anggaran tetapi soal program,” pungkasnya. (*)





