Informasi yang dihimpun Lintas-Enam.com menyebutkan, kendaraan tersebut diduga membawa pupuk bersubsidi yang sebelumnya diambil dari wilayah Kabupaten Mamasa.
Kendaraan itu disebut akan menuju Salukayu, Kabupaten Mamuju Tengah. Dari wilayah tersebut, pupuk diduga akan dipasarkan kembali.
“Pemilik mobil bernama M, orang Salukayu, Mamuju Tengah. Dia kecelakaan mobilnya di Kondoruba,” ujar sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Aktivitas Diduga Berlangsung pada Dini Hari
Ironisnya, dugaan penyelundupan ini, bukan baru sekali dilakukan. Sumber tersebut mengklaim aktivitas pengangkutan pupuk bersubsidi dari Mamasa menuju Mamuju Tengah bukan hanya terjadi sekali.
Ia menyebut sejumlah kendaraan, mulai dari mobil pikap hingga truk, secara berulang mengangkut pupuk dari wilayah Mamasa menuju Mamuju Tengah.
“Saya pantau terus dan punya beberapa dokumen. Hampir setiap malam, pada waktu subuh dini hari, ada kendaraan yang diduga membawa pupuk subsidi dari Kabupaten Mamasa melintas di Jalan Poros Mamuju–Mamuju Tengah,” ungkapnya.
Polisi Benarkan Ada Kecelakaan di Kondoruba
Terpisah, Kapolsek Aralle IPTU Nasruddin, membenarkan adanya informasi kecelakaan tunggal di kawasan pendakian Kondoruba pada Kamis pagi.
Nasruddin mengatakan pihaknya memperoleh informasi dari Satuan Lalu Lintas Polres Mamasa mengenai kecelakaan di wilayah perbatasan Kecamatan Aralle dan Tabulahan ekira Pukul 10.00 Wita.
Namun, saat personel Polsek Aralle tiba di lokasi untuk melakukan pengecekan, kendaraan yang dilaporkan mengalami kecelakaan tersebut masih berada di lokasi tempat kejadian perkara (TKP), namun pupuk yang dimuat sudah tidak berada di lokasi.
“Tadi pagi dapat info dari Lantas Mamasa bahwa ada terjadi laka lantas di perbatasan Aralle-Tabulahan. Saat anggota cek ke sana, mobilnya masi adadalam kondisi rusak, tapi muatanyya sudah tidak ada,” ujar Nasruddin.






