Sekda: Pemikiran Pemuda Harus Diberi Ruang
Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa, H. Muhammad Syukur, menyampaikan bahwa pemikiran dan gagasan generasi muda perlu mendapatkan ruang dalam setiap tahapan pembangunan.
Menurut Syukur, dialog kepemudaan merupakan salah satu upaya pemerintah membuka kesempatan bagi anak muda untuk menyampaikan ide, pandangan, serta usulan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan.
“Seluruh tahapan pembangunan mesti terus dibuka bagi pemuda untuk memberikan ide dan gagasan. Harapan kita ke depan, pemuda mesti terus memberikan gagasan dan ide-ide dalam pembangunan sehingga hasil pembangunan akan semakin berkualitas,” ujarnya.
Ia berharap keterlibatan pemuda tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi berlanjut dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan daerah.
DPRD Harap Dialog Lahirkan Gagasan Konkret
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mamasa, Arwin, mengatakan kehadiran sejumlah anak muda di lembaga legislatif dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa.
Arwin berharap dialog kepemudaan itu menghasilkan kesepakatan dan gagasan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Mamasa.
“Saya berharap forum diskusi ini dapat melahirkan sebuah kesepakatan dan gagasan yang betul-betul memberikan manfaat bagi pembangunan berkelanjutan di Mamasa dan terus memberikan ruang bagi para pemuda dalam berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan di Mamasa,” katanya.
Dialog kepemudaan dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan generasi muda.
Keterlibatan pemuda dalam menyampaikan kritik, mengembangkan gagasan, serta mengambil peran langsung dalam pembangunan dinilai penting untuk mendorong terwujudnya generasi emas 2045 dan kemajuan Kabupaten Mamasa. (*)



