LUWU UTARA, Lintas-Enam.com — Tumpukan sampah di pinggir Jalan Trans-Sulawesi, tepatnya antara Desa Kalotok dan Desa Kampung Baru, Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, jadi sorotan.
Warga mengeluh karena menimbulkan bau busuk dan merusak pemandangan. Apalagi sampah itu hanya berjarak sekitar 3,1 kilometer dari gapura perbatasan Kabupaten Luwu dan Kabupaten Luwu Utara.
Pantauan Lintas-Enam.com, Selasa (27/10/2026), sampah rumah tangga terlihat menumpuk di tepi jalan yang menjadi jalur perlintasan masyarakat.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, menyayangkan kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan di lokasi itu.
Ia menilai, perilaku itu tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mengganggu keindahan kawasan yang menjadi pintu masuk menuju Kabupaten Luwu Utara.
“Saya menyesalkan warga yang membuang sampah sembarangan. Selain mencemari lingkungan, ini juga merusak pemandangan. Saya berharap ada kesadaran dari masyarakat,” ujarnya.
Di tengah keluhan soal sampah, persoalan lain turut mencuat. Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah umum membuat sebagian warga mengaku kesulitan mengelola sampah rumah tangga.
Wartawan Lintas-Enam.com mendapati seorang warga sedang membuang sampah di lokasi itu. Ia mengaku tidak mengetahui tempat pembuangan yang dapat digunakan di wilayah Sabbang Selatan.
“Saya begini karena bingung, Pak. Mau buang sampah ke mana? Apalagi di Kecamatan Sabbang Selatan ini tidak ada tempat pembuangan sampah umum,” ungkapnya.
Menurutnya, selama ini sampah rumah tangga biasanya dibakar. Namun, kondisi cuaca kering membuatnya khawatir pembakaran sampah dapat memicu kebakaran.
Ia berharap pemerintah menyediakan tempat pembuangan sampah resmi agar masyarakat memiliki pilihan yang lebih aman dan tidak lagi membuang sampah di pinggir jalan.