Jarak Jauh dan Jalan Rusak jadi Kendala, Welem Dorong Dapur MBG Diperluas ke Pelosok Mamasa

Bupati Mamasa, Welem Samnolangi, saat dikonfirmasi usai menghadiri peringatan HUT Kabupaten Mamasa

MAMASA, Lintas-Enam.com — Bupati Mamasa, Sulawesi Barat, Welem Sambolangi mendorong perluasan dapur MBG di Pelosok Mamasa.

Pasalanya, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mamasa menghadapi tantangan geografis.

Jarak yang jauh dan kondisi jalan yang buruk dinilai dapat meningkatkan risiko dalam proses distribusi makanan kepada siswa.

“Jarak sangat jauh, ditambah kondisi jalan yang buruk, tentu risikonya semakin besar. Karena itu, kita perlu mencari pola pelayanan yang lebih ideal,” kata Welem, Selasa (29/9/2026).

Sebagai solusi, Welem meminta pembangunan atau pengaktifan dapur MBG lebih dekat dengan wilayah desa-desa terpencil.

Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk memangkas jarak distribusi makanan.

Dengan jarak yang lebih pendek, kualitas dan keamanan makanan diharapkan lebih terjaga.

Baca Juga:  2.081 Penerima Manfaat Terima Makan Bergizi Gratis dari SPPG Mehalaan Barat

Ketepatan waktu penyajian kepada siswa juga dinilai dapat lebih terjamin.

Welem juga meminta agar wilayah terpencil yang menjadi kantong stunting dan kemiskinan ekstrem mendapat perhatian dalam perluasan layanan MBG.

“Harapan kami, anak-anak di pelosok tidak lagi hanya mendengar tentang MBG, tetapi benar-benar merasakannya,” ujarnya.

“Jangan sampai kondisi geografis menjadi penghalang bagi mereka untuk mendapatkan makanan bergizi,” sambungnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Mamasa siap berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) RI.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mencari pola pelaksanaan MBG yang sesuai dengan kondisi geografis Mamasa.

Menurut Welem, sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar program MBG dapat menjangkau anak-anak yang paling membutuhkan.

Baca Juga:  Mamasa Urutan Kedua Tertinggi Kasus Stunting, Pemda Diminta Bergerak Serius

Terutama anak-anak di wilayah terpencil, termasuk kawasan yang menghadapi persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem.

“Kami meminta kepada BGN agar dapat berkolaborasi dengan Pemda dalam pelaksanaan MBG di Mamasa,” pintanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *