MAMASA, Lintas-Enam.com — Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Mamasa, Reski Masran, melaksanakan reses masa sidang I Tahun 2026/2027 di Ne’ke, Desa Taupe, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat, untuk menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
Dalam pertemuan itu, salah seorang warga, Petrus, menyampaikan sejumlah usulan terkait infrastruktur jalan, bantuan rumah tidak layak huni, sarana dan prasarana pertanian, hingga bantuan penyelesaian pembangunan gereja.
Di kesempatan itu, Petrus menyoroti kondisi jalan yang dinilai memprihatinkan.
Menurut dia, sejak Kabupaten Mamasa terbentuk, masyarakat setempat masih kerap melakukan gotong royong untuk menangani persoalan jalan.
“Sejak Mamasa jadi Kabupaten, jalan kondisi jalan kami tidak pernah diperhatikan, setiap saat kami gotong-royong untuk memperbaiki supaya bisa dilalui,” ujar Petrus.
Kondisi ini menjadi perhatian, karena akses jalan berperan penting dalam menunjang mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian sehari-hari.
Warga berharap persoalan infrastruktur jalan mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah agar penanganannya tidak terus bergantung pada swadaya masyarakat.
Selain infrastruktur jalan, Petrus juga menyampaikan persoalan rumah tidak layak huni yang telah diusulkan melalui Dinas Perumahan.
Ia berharap aspirasi mengenai bantuan perumahan itu dapat dikawal agar memperoleh tindak lanjut dari instansi terkait.
Pada sektor pertanian, Petrus mengungkapkan masih kurangnya sarana dan prasarana yang dibutuhkan petani untuk mendukung kegiatan usaha tani.
Dia berharap, pemerintah memberikan perhatian melalui dukungan fasilitas pertanian yang memadai, guna menunjang aktivitas dan produktivitas petani.
Selain itu, masyarakat juga menyampaikan harapannya agar pemerintah memberikan bantuan penyelesaian pembangunan gereja.