Antrean Kendaraan di SPBU Baebunta Ganggu Arus Lalulintas, Warga Desak Penertiban

Gambar: Antrean panjang di SPBU Baebunta mengganggu arus lalulintas

LUWU UTARA, Lintas-Enam.com— Antrean truk dan kendaraan roda empat untuk mendapatkan BBM jenis solar di SPBU 7492903 Baebunta mulai mengusik pengguna Jalan Poros Trans Sulawesi.

Barisan kendaraan bahkan memanjang hingga mengambil ruang badan jalan.

Kondisi ini terjadi di Desa Baebunta, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin (5/10/2026).

Antrean panjang membuat ruas jalan menjadi lebih sempit.

Di satu sisi, kendaraan menunggu giliran mengisi solar.

Di sisi lain, arus kendaraan tetap bergerak melintasi jalur yang sama.

Situasi makin berisiko saat kendaraan dari arah berlawanan harus berpapasan di tengah ruas jalan yang menyempit.

Warga pengguna jalan, Ferdyt, menilai kondisi itu tidak boleh dibiarkan.

Menurut dia, antrean truk yang mengambil badan jalan bukan hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga berpotensi memicu kecelakaan.

Baca Juga:  Soal Utang Diposting lalu Dilaporkan, Ryan Mewa’ Minta Polisi Lihat Kronologi Secara Utuh

“Antrean yang berada di atas badan jalan membuat Jalan Poros Trans Sulawesi semakin sempit,” keluh Ferdyt, Senin (5/10/2026).

Ia mengaku khawatir pengendara yang melaju dari arah selatan menuju utara tidak menyadari adanya penyempitan jalan.

“Ini sangat rawan. Bisa mengakibatkan kecelakaan. Kalau ada kendaraan cukup laju dari arah selatan menuju utara, bisa kaget saat tikungan karena jalan malah menyempit,” ujarnya.

Menurut Ferdyt, persoalan antrean bukan sekadar soal kendaraan menunggu BBM.

Ada keselamatan pengguna jalan yang ikut dipertaruhkan.

Apalagi Jalan Poros Trans Sulawesi merupakan jalur utama yang setiap hari dilalui kendaraan pribadi, angkutan barang hingga kendaraan berat.

Ia meminta pihak SPBU tidak membiarkan antrean kendaraan meluber ke badan jalan.

Baca Juga:  Niat Liput Aksi Protes di Lokasi Proyek Sekolah Rakyat, Jurnalis di Mamuju Diduga Diintimidasi Pihak Perusahaan

Pengaturan antrean dinilai harus dilakukan secara serius agar aktivitas pengisian solar tidak mengorbankan kelancaran arus lalu lintas.

Ferdyt juga meminta pemerintah daerah, dinas terkait dan aparat keamanan turun tangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *