MAMASA, Lintas-Enam.com — Insiden kecelakaan sebuah mobil Pick-up di Kondoruba, Kecamatan Buntumalangka, Kabupaten Mamasa, mengungkap tabir dugaan penyelundupan pupuk subsidi.
Pupuk yang seharusnya diperuntukkan bagi petani di wilayah Mamasa, justru dibawa keluar daerah dan akan dipasarkan di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah.
Dugaan penyelundupan itu membuat Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, merasa geram.
Welem menegaskan, apabila dugaan tersebut terbukti, maka praktik itu tidak hanya merugikan petani, tetapi juga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap masyarakat yang berhak menerima pupuk bersubsidi.
“Saya geram mendengar informasi dugaan jual pupuk subsidi Mamasa keluar daerah. Kalau memang benar ini masih terjadi, maka ini sebuah pengkhianatan kepada petani,” tegas Welem.
Bupati meminta masyarakat ikut mengawasi seluruh rantai distribusi pupuk bersubsidi, mulai dari agen hingga penyalur.
Pengawasan publik dinilai penting untuk memastikan pupuk yang dialokasikan bagi petani Mamasa benar-benar diterima oleh penerima yang berhak.
Ia juga menyatakan tidak akan memberikan toleransi apabila ditemukan pihak-pihak yang dengan sengaja menyalahgunakan atau memperjualbelikan pupuk bersubsidi di luar ketentuan.
Bahkan, Welem menegaskan siap membawa persoalan tersebut ke ranah hukum apabila ditemukan oknum yang terbukti melakukan penyimpangan.
“Saya tidak akan segan-segan mempidanakan setiap oknum yang bermain-main dengan pupuk yang diperuntukkan untuk petani,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, dugaan penyimpangan distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mencuat.
Dugaan tersebut terungkap setelah sebuah mobil pikap yang disebut-sebut mengangkut pupuk bersubsidi mengalami kecelakaan tunggal di kawasan pendakian Kondoruba, wilayah perbatasan Kecamatan Aralle dan Tabulahan, Jalan Poros Mamuju–Mamasa, Kamis (10/9/2026) pagi.






