MAMASA, Lintas-Enam.com — Pembangunan SMA 001 Pana’, Kecamatan Pana’, Kabupaten Mamasa, yang bersumber dari APBN melalui Dinas Pendidikan Sulbar Tahun Anggaran (TA) 2025, telah dinyatakan selesai.
Namun, proyek tersebut kini menjadi sorotan setelah muncul informasi di media sosial mengenai rencana sejumlah warga melakukan penyegelan terhadap bangunan sekolah.
Rencana penyegelan itu diduga berkaitan dengan persoalan pembayaran kepada sejumlah tukang yang terlibat dalam proses pembangunan.
Mereka disebut masih menunggu penyelesaian pembayaran atas pekerjaan yang telah dilakukan.
Persoalan tersebut mendapat perhatian dari Ketua Harian Sinergi Muda Mamasa, Ryan Mewa’.
Ia mendesak Dinas Pendidikan serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat segera turun tangan untuk mengevaluasi pelaksanaan pembangunan SMA 001 Pana’, termasuk kinerja kepala sekolah yang disebut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.
“Kalau benar masih banyak tukang yang belum menerima haknya, sementara pembangunan sudah dinyatakan selesai, ini harus dievaluasi serius. Jangan sampai bangunan selesai, tetapi kewajiban kepada pekerja justru ditinggalkan,” tegas Ryan, Minggu (9/8/2026)
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan seluruh proses pelaksanaan kegiatan, termasuk pembayaran kepada pihak-pihak yang terlibat, telah dilakukan sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ryan juga meminta agar dilakukan pemeriksaan terhadap administrasi serta pertanggungjawaban pembangunan tersebut, untuk memastikan tidak ada persoalan dalam pelaksanaannya.
“Jangan tunggu sekolah disegel baru pemerintah bertindak. Periksa sekarang. Jika nantinya terbukti ada kelalaian atau ketidakmampuan dalam menjalankan tanggung jawab, maka kepala sekolah harus dievaluasi, bahkan bila diperlukan diganti,” ujarnya.
Ia menilai persoalan pembayaran kepada pekerja tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat serta berpotensi mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.






