GMNI Tutup Paksa Kantor PNM Mamasa, Buntut Dugaan Penyalahgunaan Data Nasabah
Lintas-Enam.com, MAMASA – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamasa menggelar aksi unjuk rasa dan menutup paksa Kantor Permodalan Nasional Madani (PNM) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Kamis (16/7/2026).
Aksi tersebut merupakan buntut dari dugaan penyalahgunaan data pribadi sejumlah warga yang disebut digunakan untuk pengajuan pembiayaan tanpa sepengetahuan pemilik data.
GMNI menyebut, kasus itu telah berdampak terhadap sejumlah warga.
Mereka mengaku menerima aduan masyarakat yang mengalami persoalan pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, hingga penagihan atas pembiayaan yang diklaim tidak pernah mereka ajukan maupun nikmati.
Ketua DPC GMNI Mamasa, Toni Mekar Putra, mengatakan aksi penutupan kantor tersebut merupakan bentuk protes terhadap penanganan dugaan penyalahgunaan data masyarakat.
Menurut Toni, kasus tersebut tidak boleh dipandang sebatas persoalan administrasi. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan keterlibatan pihak-pihak yang menggunakan data masyarakat tanpa izin.
“Bagaimana mungkin masyarakat yang tidak tahu apa-apa tiba-tiba ditagih dan namanya bermasalah dalam sistem karena utang yang tidak pernah mereka nikmati? Sistem verifikasi PNM kebobolan atau jangan-jangan ada keterlibatan orang dalam? Kami meminta persoalan ini diusut sampai tuntas,” kata Toni.
Dalam aksinya, GMNI Mamasa mendesak Polres Mamasa dan Kejaksaan Negeri Mamasa melakukan pemeriksaan terhadap seluruh unit operasional PNM di Kabupaten Mamasa.






