Lintas-Enam.com, MAMASA – Kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi pernah dirasakan Kristin Alpenni.
Di tengah terbatasnya lapangan kerja, ia juga memikul harapan untuk membantu orang tua membiayai pendidikan dua adiknya. Kesempatan datang pada awal 2024.
Lulusan salah satu perguruan tinggi di Makassar tahun 2023 itu, bergabung sebagai Account Officer (AO) PNM Mekaar Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Bagi Kristin, pekerjaan tersebut kemudian memiliki arti lebih dari sekadar sumber penghasilan.
Setiap hari, ia bertemu dan mendampingi perempuan prasejahtera yang menjalankan usaha ultra mikro untuk membantu perekonomian keluarga.
Melalui pertemuan kelompok mingguan, Kristin melihat langsung perjuangan para nasabah dalam mengembangkan usaha dengan berbagai keterbatasan.
Dari sanalah ia memahami bahwa pemberdayaan tidak hanya berbicara tentang akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan semangat untuk terus berkembang.
Momen menerima gaji pertama menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya.
Penghasilan tersebut langsung diberikan kepada orang tuanya untuk membantu biaya pendidikan adik-adiknya.
“Rasanya sangat bersyukur karena akhirnya saya bisa membantu meringankan beban keluarga. Namun yang membuat saya semakin bangga adalah ketika melihat langsung perubahan pada para nasabah,” ujar Kristin, Kamis, (16/7/2026).
Ia mengaku bahagia menyaksikan sejumlah perempuan yang sebelumnya kesulitan mengembangkan usaha, kini mulai meningkatkan pendapatan dan semakin percaya diri mengelola usaha serta keuangan keluarga.
Perjalanan Kristin, menjadi gambaran bagaimana kesempatan kerja bagi generasi muda dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas.
Dari perjuangannya mencari pekerjaan, kini ia menjadi bagian dari perjalanan perempuan-perempuan prasejahtera di Mamasa, dalam membangun usaha dan menata masa depan keluarga.





