Berita  

Sudah Dua Pekan Ruas Jalan Tabang-Pana Terputus Akibat Longsor, Harga Sembako Naik

Gambar: Ruas jalan penghubung Tabang-Pana di Desa Salutambun, Kecamatan Pana' tertutup longsor.

Lintas-Enam.com, Mamasa – Intensitas hujan tinggi sejak beberapa pekan terakhir mengakibatkan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), tertimbun longsor.

Satu di antaranya ruas jalan penghubung Kecamatan Tabang-Kecamatan Pana’, di desa Salutambun, Kecamatan Pana’.

Hujan deras yang melanda wilayah itu pada 12 April 2024 lalu mengakibatkan tening di sisi jalan longsor.

Material longsor berupa tanah dan pepohonan serra bebatuan menutup ruas jalan sepanjang kurang lebih 100 Meter.

Akibat ruas jalan tertutup longsor, enam desa di Kecamatan Pana’ terisolir, yakni Desa Saloan, Desa Ulusalu, Desa Sapan, Desa Ulusalu Indah, Desa Salutambun, dan Desa Weri.

Baca Juga:  Ketua PHDI Luwu Utara Dukung Penuh Pembentukan Provinsi Luwu Raya

Akibat terisolir, harga kebutuhan pokok naik drastis di Wilayah Kecamatan Pana’.

Mihos Puangna Rumba, warga Kecamatan Pana’ mengatakan, akibat longsor, harga kebutuhan pokok seperti beras, tembus di angka Rp. 15.000 hingga Rp.17.000.

Tak hanya beras, bahan bakar minyak (BBM) sepeti pertalite tembus di angka Rp.18.000.

Karenanya, Anggota DPRD Kabupaten Mamasa terpilih periode 2024-2029 itu berharap agar kondisi jalan itu mendapat perhatian dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.

“Longsor ini terjadi sudah lebih dari dua pekan tapi tidak ada respon dari pemerintah. Kasihan masyarakat kalau pemerintah seperti ini,” ujar Mihos.

Baca Juga:  Paripurna Peringati HUT Kabupaten Mamasa, 10 Anggota DPRD Absen

Mihos meminta agar jalan tersebut segera diperbaiki sehingga tidak berdampak buruk bagi masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat kelaparan baru pemerintah sibuk,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *