“Setidaknya kita dapat memenuhi pasar lokal. Sebab cabe yang ada di pasaran se Sulbar ini berasal dari Enrekang dan Toraja” pungkasnya.
Selain itu dengan cara bertani hortikultura maka bagi ASN akan mengisi waktu kerja di mana pemerintah akan menerapkan WFA. Akan banyak waktu bagi ASN di rumah atau bekerja di mana saja asalkan lebih produktif. Banyak yang bisa ditanam kata Bahtiar, bukan hanya cabe tetapi ada Pisang Cavendis yang kini sudah mulai menjadi primadona warga Pasangkayu.
“Minggu lalu saya panen di belakang rujab. Hanya 14 pohon. Jika terjual maka harganya mencapai 16 juta. Tapi kami belum jual sebab saya bagi bagikan kepada kepala OPD dulu. Saya hanya ingin membuktikan bahwa tamah Sulbar ini sangat subur. Dan cavendis adalah salah satu tanaman yang dapat meningkatkan penghasilan” urainya.
Sementara itu mengenai rencana pembangunan Kawasan Industri di Kecamatan Tikke, Pasangkayu sebagaimana laporan Wabup Ny Erny, Pj Bahtiar sangat mendukung sebab kehadiran kawasan industri akan merangsang investor masuk ke Pasangkayu.
“Bu Wabup, setelah pelantikan nanti silahkan datang ke ruangan saya di Kemendagri. Nanti kita diskusikan dan bahas. Mengajak kementerian lain untuk ambil bagian” tutupnya. (Rls).
