“Ayo ambil cangkul. Jangan malu malu. Sejak dulu saat di Sulsel sampai hari ini saya mendorong ASN dan warga agar memanfaatkan lahan lahan yang kosong untuk mengembangkan budidaya hortikultura dan perikanan” ujar Pj Gubernur Sulawesi Barat, Bahtiar Baharuddin saat bersilaturrahmi bersama Wakil Bupati Pasangkayu Hj. Erny Agus, Sekda Pasangkayu bersama para pejabat kepala OPD Pemda Pasangkayu, Rabu (12/2/2025).
Menanggapi permintaan dan keluhan Wabup Pasangkayu, Pj Bahtiar mengatakan bahwa tentunya dirinya tak akan melupakan begitu saja Sulbar walaupun masa tugasnya hanya delapan bulan lebih dan akan berakhir 20 Februari 2025.
Katanya, Sulbar telah menjadi bagian hidupnya sehingga duka nya pun akan menjadi tanggungjawabnya.
Akan tetapi dalam jangka pendek ini, apalagi menyiasati pemangkasan anggaran APBD dan mensiasati ketebatasan PAD maka tak ada jalan lain bagi Bahtiar adalah menciptakan lapangan kerja sendiri sebagai pembudidaya hortikultura.
Bayangkan kata dia, jika Pasangkayu membangun Green House per kecamatan yang akan menyediakan bibit hortikultura bagi warga. Mulai cabe, semangka, nenas, sayur sayuran, pisang dan lainnya.
“Usulkan Green House per kecematan. Biayanya murah paling 200 jutaan. Dari green house itu kita bisa produksi bibit dan dibagi gratis kepada masyarakat” ujarnya
Bahtiar menguraikan dengan menanan massal cabe maka akan meningkatkan pendapatan warga.
“Menanam lima ribu pohon cabe maka dalam sebulan akan mendapatkan penghasilan sekitar 6 juta perbulan. Jika dua ribu pohon maka 3 jutaan perbulan” ulasnya sambil menceritakan pengalaman petani cabe Laskar Pelangi Salo Dua Enrekang Sulsel.
Makanya lanjut Bahiar, warga di Pasangkayu memanfaatkan lahan lahan yang kosong selain tanaman sawit yang sudah lebih dahulu hadir bersama warga Pasangkayu.
Jika persoalan cabe sudah selesai maka menurutnya kita telah membantu secara nasional sebab faktor cabe dapat mempengaruhi inflasi. Selain itu membantu pemerintah mewujudkan swasembada pangan.
