Setahun Berlalu, Janji Bupati untuk Jembatan Gantung Tak Kunjung Ditepati: Warga Pangandaran Menagih
Lintas-Enam.com, MAMASA – Jembatan gantung Sungai Kalukku sebagai akses utama masyarakat Desa Pangandaran, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, kian rapuh.
Seperti janji Bupati Mamasa yang tak bisa jadi harapan, jembatan gantung itu kian memprihatinkan dan terancam tak bisa dilalui.
Setahun berlalu, tepatnya 27 Maret 2025, di ujung jembatan itu, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, disaksikan rombongannya dengan lantang berucap janji.

Ia berjanji akan beri perhatian serius terhadap kondisi jembatan itu. Bagi masyarakat, ada secercah harapan di balik janji itu.
Waktu satu tahun seharusnya cukup bagi Welem, untuk menepati janji itu. Namun ironis, hingga kini jembatan itu masih berdiri dengan kerapuhannya.
Pantauan terbaru menunjukkan kondisi jembatan belum mengalami perubahan signifikan.
Dengan bentangan sekitar 30 meter dan ketinggian 20 meter dari dasar sungai, jembatan ini masih tanpa dinding pengaman, bahkan jauh dari kata aman.
Perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sementara, tidak menyentuh akar persoalan keselamatan.
Warga terpaksa tetap melintas, bukan karena berani, melainkan karena tidak punya pilihan.
Fakta di lapangan bahkan mencatat adanya warga yang terjatuh akibat kondisi jembatan yang rusak.
Ini bukan lagi soal ketidaknyamanan, tetapi ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa.
Ironisnya, hingga kini belum ada tanda-tanda rehabilitasi menyeluruh dari pemerintah daerah.
“Belum ada perbaikan menyeluruh dari Pemerintah Daerah,” ujar Nisam, Jumat (1/5/2025).
