“Kemarin juga hampir ditabrak mobil truk karena berdiri saja di jalan menunggu. Mau ji diantar ke Toraja, tetapi tidak ada mobil yang mau mengambilnya, kasihan,” ucap Nandita, merasa ibah.
Selama perempuan itu berada di lokasi, Nandita mengaku berusaha membantu dengan memberikan makanan setiap pagi.
Saat pagi, Nandita memberinya makanan berupa nasi kuning. Sementara kebutuhan lainnya, terkadang dibantu oleh warga yang melintas.
“Selama satu minggu, saya cuma kasih nasi kuningku tiap pagi. Selebihnya, dia dikasih uang oleh warga sekitar yang lewat,” ungkapnya.
Nandita berharap pemerintah daerah maupun pihak kepolisian dapat segera turun tangan untuk memastikan keselamatan perempuan tersebut.
Nandita juga berharap pemerintah membantu mencaritahu identitas dan asal-usulnya, agar dapat ditangani sesuai kebutuhan.
“Semoga ada yang bisa antar ke tujuannya atau diamankan. Masyarakat juga resah dan kasihan melihat orang ini,” harapnya.
Wanita yang tak diketahui identitasnya itu, diharapkan mendapat penanganan dari pemerintah setempat, khusunya Dinas Sosial Kabupaten Luwu Utara.
Jika tidak tertangani, dapat berakibat buruk karena selain mengancam keselamatannya, juga mengancam keselamatan pengendara apabila berdiri di tengah jalan. (*)





