Berita  

Satu Abad Injil Masuk Kalumpang, Gibran Datang Bawa Janji Perhatian Pembangunan

Wakil Presiden, Gibran Rakabuming, saat menghadiri peringatan 100 tahun Injil masuk tanah kalumpang (Foto: Sukirmanto/Lintas-Enam.com)

MAMUJU, Lintas-Enam.com – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, tiba di Tamalea, Desa Bonehau, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (2/11/2026), sekitar pukul 14.00 WITA.

Kedatangan orang nomor dua di Indonesia itu, untuk menghadiri peringatan 100 Tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang (IMTK) yang diselenggarakan oleh Ikatan Masyarakat Kalumpang dan Boneha).

Gibran tiba menggunakan helikopter milik TNI Angkatan Udara yang bertolak dari Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Kehadirannya disambut dengan tarian Sayo massal yang dibawakan menggunakan pakaian adat Bei.

Dalam adat masyarakat Makki, tarian Sayo dan busana adat Bei merupakan bagian dari tradisi penyambutan tamu kehormatan.

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi.

Baca Juga:  Sambut HUT ke-81 RI, Baznas Luwu Utara Gelar Khitan Massal 100 Anak

Warga dan peserta, berbondong-bondong menyambut kedatangan Wapres, bahkan kerumunan tak terhindarkan ketika masyarakat berusaha mengabadikan momen bersama Gibran.

Situasi semakin ramai, saat Gibran berjalan menuju podium. Padatnya kerumunan membuat langkahnya sempat terhambat.

Dalam sambutannya, Gibran mengawali pidato dengan sebuah pantun yang menggambarkan momentum satu abad Injil Masuk Tanah Kalumpang.

“Disiram subur diupuk petang, seratus tahun Injil masuk Kalumpang, imannya tumbuh, toleransinya mantap,” ucapnya.

Gibran mengungkapkan, sebelum menghadiri peringatan tersebut, pada 20 Oktober lalu, Ketua Sinode GKSB bersama sejumlah pendeta telah menemuinya, untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di Kecamatan Bonehau dan Kalumpang.

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Gibran menyatakan akan meningkatkan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Pemerintah Kabupaten Mamuju, guna mencari solusi atas berbagai persoalan di kedua wilayah tersebut.

Baca Juga:  Katanya Sinkronisasi RKA dan RPJMD, Ternyata Bupati Mamasa Panggil OPD ke Rujab Bagi-bagi Pagu

Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian di antaranya kondisi infrastruktur jalan, keterbatasan jaringan internet, pelayanan kesehatan, hingga minimnya tenaga pendidik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *