Berita  

Komunitas Kallan Talopa Makki Reunian, Pererat Tali Persaudaraan

Komunitas Kallan Talopa Makki (KKTM), melaksanakan reuni di Kampung Tua, Desa Periangan, Kecamatan Tabulahan

Komunitas Kallan Talopa Makki Reunian, Pererat Tali Persaudaraan

Lintas-Enam.com, Mamasa – Komunitas Kallan Talopa Makki (KKTM), melaksanakan reuni di Kampung Tua, Desa Periangan, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Rabu (31/12/2025).

Reuni ini merupakan kali kedua sejak dibentuk pada tahun 2010, di mana sebelumnya pada 2011 dilaksanakan kegiatan serupa di Kallan Tua, Desa Gandang Dewata, dengan tema Kallan Makarorrong.

Reuni di akhir tahun ini, digelar guna mempererat tali persaudaraan bagi keluarga Kallan Talopa yang tersebar di berbagai desa dan di perantauan.

Salah seorang anggota KKTM Morison Samea yang selama ini tinggal di Kalimantan, mengatakan, reunu ini sebagai momen bagi generasi muda, khususnya yang lahir dan besar di perantauan, untuk bisa saling mengenal satu sama lain dan terus terikat, terjalin dan terjaga dalam satu tali silaturahmi

Baca Juga:  Operasi Modifikasi Cuaca di Mamasa, PLN Bakaru Disorot Aktivis

Kata dia, meskipun komunikasi selama ini hanya lewat group whatsapp, namun tetap merawat dan menjaga rasa kekeluargaan.

“Semangat kekeluargaan sebagai penopang untuk mempererat rasa persaudaraan, meskipun kita nantinya jauh terpisah karena tanggungjawab masing-masing di perantauan,” tutup Morison Samea.

Irwan Karaya, selaku tokoh masyarakat, mengatakan komunitas ini sebelumnya sudah didirikan oleh mahasiswa-mahasiswa Kallan Talopa di makassar, yang diberi nama Himpunan Pelajar Mahasiswa Kallan Talopa (HPPM-KALTA)

Di momen itu, ia mengimbau agar komunitas ini menjaga dan merawat destinasi wisata yang ada Desa Periangan, dengan menjadwalkan kerja bakti setiap hari jumat, untuk kenyamanan semua pengunjung.

Selain mempererat rasa persaudaraan reuni juga membahas soal budaya Kallan Talopa yang telah diwariskan orang tua, yang disampaikan oleh beberapa tokoh-tokoh yang hadir.

Baca Juga:  MBG Mehalaan Barat Jangkau 2.073 Penerima, Balita hingga Ibu Menyusui Ikut Disasar

Hasil reuni menyepakati untuk menjaga dan merawat budaya-budaya leluhur, pembangunan Banua Busun sebagai rumah adat di setiap desa, dan membentuk sanggar seni di tempat masing-masing, guna melatih generasi muda dalam melestarikan budaya yang sudah ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *