Senada itu, Andi Rachmat, yang didaulat sebagai khatib salat Ied, mengatakan, Idulfiri harus dijadikan sebagai momentum saling memaafkan antar-sesama.
“Jika Allah saja memaafkan dosa kita, bagaimana mungkin kita tidak bisa memaafkan khilaf makhlukNya,” ujarnya.
Lanjut mantan Anggota DPR-RI ini mengatakan, Ramadan adalah bulan di mana umat muslim menunaikan dan menguatkan hubungannya kepada Allah SWT atau Hablumminallah.
Sementara momentum Idulfitri, lanjutnya, adalah hari di mana sesama umat muslim harus saling memaafkan.
“Tidak lengkap hari ini jika tidak disempurnakan dengan merawat hubungan kita dengan sesama makhluk Allah SWT,” ucapnya.
Maka hari fitri menurut dia, adalah hari di mana yang tercerai menjadi satu, yang berpisah kembali bersua, yang bertikai menjadi damai, yang pendendam jadi pemaaf, yang berbeda jadi saling memahami, dan yang tersesat kembali menemukan jalan.
Dia menerangkan, perbuatan saling memaafkan adalah sebuah perbuatan yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang pandai mensyukuri nikmat Allah SWT.
“Dalam maaf ada kelapangan jiwa, dalam maaf ada harapan akan masa depan yang cerah, dalam maaf ada jalinan kasih sayang yang tidak mudah putus, dan dalam maaf ada penyembuh bagi luka di dalam jiwa,” pungkasnya.
Selain Bupati Andi Rahim, Wakil Bupati Jumail Mappile, unsur Forkopimda, serta pejabat Pemda lainnya juga ikut melaksanakan salat Ied di Masjid Agung Syuhada.
Usai melaksanakan salat Ied, Bupati dan Wakil Bupati menerima tamu di rumah jabatan masing-masing. (*)

