Berita  

Diduga Rugikan Warga, Pekerjaan Jalan Mamasa-Toraja Disorot Aktivis

Gambar: Pengerjaan pembangunan jalan nasional ruas Mamasa-Toraja

MAMASA, Lintas-Enam.com — Pekerjaan jalan nasional ruas Mamasa-Toraja di Kecamatan Tebang, Kabupaten Mamasa, mendapat sorotan dari aktivis.

Sorotan yang di sampaikan salah seorang aktivis Mamasa, Bongga E, berkaitan dengan dugaan pelaksanaan pekerjaan yang dinilai berpotensi merugikan warga serta menimbulkan persoalan lingkungan.

Informasi yang beredar menyebutkan, perusahaan yang memenangkan tender pekerjaan tersebut adalah PT Lakera.

Namun, dalam pelaksanaannya, pekerjaan di lapangan disebut dikerjakan oleh PT Alpindo dan PT Win.

Kedua perusahaan tersebut disebut masih memiliki hubungan sebagai anak perusahaan PT Lakera.

Berkaitan dengan proyek itu, Bongga mempertanyakan pola pelaksanaan pekerjaan, khususnya terkait pihak yang bertanggung jawab langsung terhadap pekerjaan di lapangan.

Selain persoalan pelaksana, aktivis juga menyoroti material hasil galian pelebaran jalan.

Baca Juga:  Mengaku Dipersulit, Kelompok Tani di Desa Saluahok Mamasa Gagal dapat Pupuk Gratis

Pasalnya, galian tanah dari pekerjaan pelebaran jalan tersebut dibuang secara sembarangan.

Sisa tanah maupun material hasil galian semestinya dibuang ke lokasi pembuangan resmi atau disposal area yang telah ditentukan.

Namun tidak bagi pekerjaan jalan poros Mamasa-Toraja, lantaran diduga dibuang di sembarang tempat, yang menyebabkan kebun warga tertimbun.

Padahal, seharusnya sesuai aturan, material timbunan tidak boleh dibuang sembarangan.

Sebab material galian dapat dimanfaatkan kembali apabila memenuhi ketentuan teknis dan lingkungan.

Bongga menilai, pembuangan material secara sembarangan dapat menimbulkan sejumlah persoalan.

Salah satunya adalah tersumbatnya saluran drainase.

“Tumpukan tanah yang masuk ke selokan dapat menghambat aliran air dan berpotensi menyebabkan genangan hingga banjir,” terang Bongga.

Baca Juga:  Tolak Aktifasi TPA, 2 Aktivis di Mamasa Diamankan Polisi Tanpa Sebab

Material galian yang ditumpuk di lokasi tidak sesuai, juga berpotensi memicu longsor.

Terlebih, kondisi tersebut dapat semakin berbahaya ketika terjadi hujan deras.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *