Berita  

3 Tahun Warga Terdampak Tanah Bergerak di Tawalian Diabaikan, Bupati Mamasa Akui Sudah Instruksikan Dinas PU dan BPBD

Foto: Kondisi rumah warga alami keretakan parah akibat tanah bergerak

3 Tahun Warga Terdampak Tanah Bergerak di Tawalian Diabaikan, Bupati Mamasa Akui Sudah Instruksikan Dinas PU dan BPBD

Lintas-Enam.com, Mamasa – Fenomena tanah bergerak di Limbong Lopi, Kecamatan Tawalian pada tahun 2022 lalu, mengakibatkan 10 rumah warga alami kerusakan.

Hampir 3 Tahun Warga Terdampak Tanah Bergerak, pemerintah daerah tak juga beri perhatian.

Salah seorang warga terdampak bencana, Neldrin Sofyani, mengaku bahwa saat peristiwa bencana itu, pemerintah daerah berjanji akan memperbaiki drainase yang diduga jadi pemicu utama terjadinya bencana.

Tak hanya itu, pemerintah juga kata dia, berjanji akan memberi perhatian bagi warga yang terdampak, termasuk merelokasi rumah warga yang kena musibah.

Baca Juga:  Penggunaan Dana DAU dan DAU-SG Dinilai Tak Tepat Sasaran, Kejari Mamasa Diminta Periksa BPKD

Namun, hingga menjelang 3 tahun, alih-alih beri perhatian, pemerintah daerah justru terkesan mengabaikan kondisi yang dialami warga.

Neldrin berharap, Bupati Mamasa yang baru dapat memberi perhatian, sebab masih khawatir terjadi bencana susulan, apalagi saat musim hujan.

“Kita khawatir ada pergerakan tanah susulan kalau tidak ada penanganan dari pemerintah. Kami tidak berharap pemerintah memperbaiki rumah kami yang rusak, tapi paling tidak ditalud dulu sebagai upaya penanggulangan bencana,” ucapnya.

Merespon itu, Bupati Mamasa, Sulawesi Barat, Welem Sambolangi mengatakan, pihaknya sudah menginstruiksikan Dinas PU dan BPBD untuk meninjau lokasi bencana.

Baca Juga:  Hakordia 2025, Kejaksaan dan Desa di Luwu Utara Bangun Sinergi Kuatkan Tata Kelola Dana Desa

“Segera kita melakukan penanganan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan kewenangan daerah,” ungkap Welem. (*)

Penulis: Samuel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *