Lintas-Enam.com, Mamasa – Penjabat (Pj) Bupati Mamasa, Muhammad Zain, menerima audiens dari Forum Pemerhati Mamasa (FPM, perihal rasionalisasi anggaran dana Pilkada 2024, di Kantor Bupati Mamasa, Rabu, (17/4/2024).
Audiensi ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Muhammad Syukur, Kepala Bagian Keuangan, Herry Kurniawan dan beberapa kepala dinas.
Pj. Bupati, Dr. Zain mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan seluruh stakeholder khusunya KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu.
“Partisipasi Pemilu di Mamasa mencapai angka 82%, menurut data KPU Kabupaten Mamasa. Ini sebuah prestasi juga menunjukkan bahwa Orang Mamasa itu cerdas,” kata Zain.
Zain mengatakan, Pemda tidak bermaksud mengurangi anggaran KPU dan Bawaslu.
Hanya saja ada rasionalisasi anggaran yang mesti ditempuh, sebab ada perbedaan antara keduanya.
“Melalui audiensi, pikiran-pikiran seperti ini yang diharapkan, kondisi Mamasa perlu hati-hati mengelolanya. Jika saya butuh, sudah dari dulu pake mobil bagus tapi bukan itu tujuannya. Kita ingin Mamasa lebih baik,” imbuhnya, sebab itu PAD juga perlu ditingkatkan,” kata Zain.
Sementara itu, Ketua FPM, Yustianto Tallulembang, menyampaikan, audiensi ini bukan dalam rangka menolak Pilkada, tetap hanya ingin mendudukkan porsi anggaran yang lebih tepat.
“Kami merasa jika dipaksakan, itu akan menjadi beban keuangan daerah. Kita ingin Tahapan demi tahapan Pilkada berjalan dengan baik, disisi lain juga menyelematkan daerah ini,” ungkap Yustianus.
Yustianto berujar, pihaknya telah mengkaji anggaran 52,5 Milliar, bisa menghemat 10-15 M. Tentunya akan berlaku kepada semua penyelenggara.
Menurutnya, dasar perbandingannya adalah kabupaten Polewali mandar, 345.281 DPT dengan anggaran 39 M. Sementara Mamasa, DPT 3 kali lebih kecil dari itu.
Senada itu, Tambrin yang juga peserta audiens mengatakan, alasan mengapa mesti merasionalisasi ulang anggaran Pilkada, karena mempertimbangkan kondisi keuangan daerah yang sangat memprihatinkan dengan adanya defisit.






