MAMASA, Lintas-Enam.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Muh. Syukur akhirnya buka suara soal bantuan dana hibah STT Arastamar Mamasa melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Sebelumnya, Sekda Mamasa dikaitkan dengan alokasi dana hibah senilai Rp700 juta bersumber dari APBD Mamasa tahun 2022.
Keterkaitan Sekda Mamasa, disebut-sebut mengetahui proses pencairan dana tersebut, lantaran saat itu dirinya masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
Hal itu juga sejalan dengan penyampaian Rusli, mantan Kepala Disdikbud yang ia gantikan pada tahun 2022 lalu.
Rusli mengatakan bahwa dana itu sudah terploting di Disdikbud Mamasa, sebelum ia menjabat sebagai kepala dinas.
“Waktu saya menjabat kepala dinas, anggarannya sudah ter plot. Artinya memang sudah ada sebelum saya menjabat,” beber Rusli, yang juga dikonfirmasi baru-baru ini.
Hal itu juga dipertegas Kasubag Program Disdikbud Mamasa, Bunar, bahwa saat anggaran itu terprogram, Kepala Disdikbud Mamasa masih dijabat Muh. Syukur.
Menanggapi itu, Sekda Mamasa, Muh. Syukur, mengatakan bahwa saat anggaran tersebut termuat pada dokumen pelaksanaan anggaran (DPA), kepemimpinan di Disdikbud Mamasa dalam kondisi transisi.
Menurutnya, saat itu Kepala Disdikbud Mamasa dijabat oleh Sekretaris Disdikbud, Tutug Widodo, sebagai Pelaksana Tugas (Plt).
“Saat itu masa transisi, jadi kepala dinas dijabat Pak Tutug, sebagai pelaksana tugas,” ungkapnya, ditemui diruang kerjanya, Selasa (4/8/2026).
Denga begitu, menurut Sekda, penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) dilakukan oleh Tutug Widodo.






