Berita  

Job Fit di Mamasa, Profesoinalisme yang Tertunda dan Transparansi yang Hilang

Foto: Wakil Ketua DPRD Mamasa, Arwin Rahman (ist.)

Job Fit di Mamasa, Profesoinalisme yang Tertunda dan Transparansi yang Hilang

Lintas-Enam.com, Mamasa – Hasil Job Fit Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Pejabat Eselon II) di Kabupaten Mamasa, mengundang ragam komentar di berbagai platform media sosial. Ia mengundang kegaduhan, seperti riuh di tengah badai.

Kegaduhan ini menyusul diserahkannya hasil Job Fit Pejabat Eselon II oleh Panitia seleksi (Pansel) kepada Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, beberapa hari lalu, setelah dilaksanakan empat bulan sebelumnya, terhitung sejak asesmen hingga penyerahan hasil.

Rentang waktu yang begitu lama dan hasil yang dianggap tidak transparan, pun mengundang kritikan pedis dari sejumlah pihak, tak terkecuali kalangan aktivis.

UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, PP Nomor 11 Tahun 2017 jo. PP Nomor 17 Tahun 2020, Permenpan RB Nomor 15 Tahun 2019, dan SE KASN Nomor B-56/KASN/1/2021, semestinya menjadi acuan Job Fit itu.

Baca Juga:  Polres Mamasa Bantu Masjid Al-Falaq, Warga Botteng Diminta Tak Main Api Saat Kemarau

Aturan itu menegaskan pentingnya asas objektivitas, integritas, dan transparansi. Alih-alih berintegritas, pada Pansel bentukan Bupati itu, justru ada yang memiliki hubungan keluarga dengan salah satu peserta.

Hal itu dipertegas dengan beredarnya potongan video yang mewawancarai Miten Lullulangi salah satu Pansel, usai penyerahan hasil Job Fit pada 6 Oktober lalu. Dalam video itu, Miten Lullulangi mengakui memiliki hubungan keluarga dengan salah satu peserta Job Fit.

“Itu keluarga saya. Tapi saya tidak buka saat pelaksanaan, baru saya sampaikan setelah hasil dilakban dan kami makan malam perpisahan,” ungkap Miten, dalam video itu.

Wakil Ketua II DPRD Mamasa, Arwin Rahman, beri komentar soal itu. Dia bilang, job fit sejatinya alat ukur untuk memastikan pejabat publik ditempatkan berdasarkan kemampuan, bukan kedekatan.

Baca Juga:  DPRD Mamasa Panggil Kontraktor Pembangunan RSUD Kondosapata, Soroti Material dan Tenaga Kerja Lokal

“Maka ketika hasil asesmen baru diserahkan setelah empat bulan, sulit menepis kecurigaan publik bahwa ada sesuatu yang tidak beres,” ucap Arwin, Rabu (15/10/2025)

Editor: Samuel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *