Berita  

DPRD Mamasa Panggil Kontraktor Pembangunan RSUD Kondosapata, Soroti Material dan Tenaga Kerja Lokal

Gambar: Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Mamasa

MAMASA, Lintas-Enam.com – DPRD Kabupaten Mamasa menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama kontraktor pelaksana pembangunan RSUD Kondosapata, PT KSO APG Hebsa Sangkuriang, Kamis (6/8/2026).

Dalam rapat tersebut, anggota DPRD melontarkan sejumlah pertanyaan kepada pihak kontraktor, terutama terkait penggunaan material bangunan yang didatangkan dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, serta keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek strategis tersebut.

Proyek pembangunan RSUD Kondo Sapata diketahui memiliki nilai kontrak sebesar sekitar Rp126,09 miliar.

Besarnya anggaran tersebut menjadi perhatian DPRD, agar pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat bagi masyarakat Mamasa.

Pimpinan rapat, Resky Masran, mengatakan RDPU digelar untuk memastikan proses pembangunan rumah sakit berjalan dengan baik, sekaligus memastikan masyarakat lokal mendapat kesempatan bekerja dalam proyek tersebut.

Baca Juga:  Pegiat Anti Korupsi di Mamasa Sebut Ada Aroma Korupsi Dana Hibah di STT Arastamar

Menurut Resky, berdasarkan hasil kunjungan lapangan yang dilakukan DPRD pada pekan lalu, pihak PT KSO APG Hebsa Sangkuriang telah mempekerjakan tenaga kerja lokal dan turut memanfaatkan material yang tersedia di Kabupaten Mamasa.

“Selain material dari luar, mereka juga menggunakan material di Mamasa,” ujar Resky usai rapat.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan pihak kontraktor, kualitas material lokal maupun material dari luar dinilai sama setelah diolah menjadi beton.

Namun demikian, DPRD menegaskan kualitas tersebut tetap harus dibuktikan melalui hasil pengujian laboratorium.

Resky menambahkan, hingga saat ini DPRD belum menemukan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan pihak kontraktor.

Pengawasan yang dilakukan dewan bertujuan memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan standar kualitas yang ditetapkan.

Baca Juga:  Penggunaan Tambahan DAU Diduga Langgar Peraturan Pemerintah, DPRD Mamasa "Bisu"

“Kami ingin memastikan pembangunan berjalan dengan baik, material yang digunakan memenuhi standar berdasarkan hasil uji laboratorium, serta tenaga kerja lokal benar-benar dilibatkan dalam proyek ini,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *