Sepenggal Kisah Sang Leader Ekspedisi Gandang Dewata 5 Oktober 2024, Taklukkan Rasa Takut untuk Hidup Rekannya

Jhiwar (lingkaran merah) pendaki asal Mamasa yang setia menemani Taufiq saat trouble di jalur pendakian gandang dewata

Ia dan rombongan mendaki melalui jalur Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Di awal pendakian menuju Pos 1, Jhiwar dan rombongannya diguyur hujan lebat.

Hujan tak redah, hari pun hampir malam. Setiba di Pos 1, Jhiwar dan rombongan mendirikan camp.

Keesokan harinya, mereka bergegas dan melanjutkan perjalanan menuju pos berikutnya.

Kondisi pendaki dan persediaan logistik saat itu, menurut Jhiwar, dalam keadaan aman.

Pendakian kembali dilanjutkan dengan melewati tujuh pos, hingga tiba di lembah berbentuk huruf V, antara Pos 7 dan Pos 8, pada Selasa, 8 Oktober 2024, sekira Pukul 20.00 Wita.

Tim pendaki berada di Pos 9 Jalur Gandang Dewata
Tim pendaki berada di Pos 9 Jalur Gandang Dewata

Keesokan paginya di hari Rabu, 9 Oktober sekira Pukul 6.00 Wita setelah beristirahat semalam, pendakian pun dilanjutkan yang hanya tersisa 2 pos, yakni pos 9 dan 10.

Baca Juga:  Bocah yang Diterkam Buaya di Mateng Akhirnya Ditemukan, Pencarian Dihentikan

Sebelum akhirnya berangkat, tim ini menyusun rencana tempat transit setelah kembali dari pos 10 di hari Rabu.

“Saat itu saya sarankan, setelah kembali dari puncak, kita camp di Pos 9, karena kalau kita paksakan Kembali, kita akan kemalaman tiba di Lembah V,” cerita Jhiwar, ditemui di Rumahnya, Rabu, (16/10/2024) malam tadi.

Setelah memantapkan rencana, pendakian dilanjutkan ke puncak. Perjalanan dari Lembah V ke puncak, membutuhkan waktu sekira 12 jam.

“Kami tiba di puncak mendekati waktu salat maghrib, sekitar jam 6 sore,” lanjut Jhiwar.

Setelah meletakkan plakat dan berpose secara bergantian di Puncak Gandang Dewata, tim ini kembali ke jalur pulang di jalur yang sama, sekira Pukul 19.00 Wita.

Sayangnya, saran yang ditawarkan Jhiwar sebelumnya yakni transit di Pos 9, ditolak oleh pihak Ketua Tim.

Baca Juga:  Pria Asal Toraja Diduga Ditembak Mati KKB di Trans Wamena-Nduga

Perjalanan pulang, pun menargetkan transit di Lembah V, padahal saat itu sedang turun hujan deras.

Setelah berjalan cukup lama diguyur hujan lebat dan tanpa tidur selama 24 jam, tim ini akhirnya tiba kembali di Lembah V pada Kamis, 10 Oktober, sekira Pukul 8.00 Wita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *