Sepenggal Kisah Sang Leader Ekspedisi Gandang Dewata 5 Oktober 2024, Taklukkan Rasa Takut untuk Hidup Rekannya

Jhiwar (lingkaran merah) pendaki asal Mamasa yang setia menemani Taufiq saat trouble di jalur pendakian gandang dewata

Lintas-Enam.com, Mamasa – Tak ada gelar yang lebih pantas disematkan pada sosok Jhiwar Julnaintin, selain gelar “Pejuang”.

Memang benar, Jhiwar adalah sosok pejuang bagi Taufiq Abubakar. Pantas atau tak pantas, sudah itulah kenyataannya.

Kalau harus berandai-andai, maka kemungkinan Taufiq Abubakar tidak Kembali dengan selamat, setelah perjalanan panjang menaklukkan Gunung Gandang Dewata, jika kehilangan kesetiakawanan dari sosok Jhiwar.

Dengan mental yang kuat, Jhiwar berjuang menaklukkan rasa takut demi mengurus, menjaga dan menemani Taufiq Abubakar, tatkala tubuhnya terbaring lemas karena penyakit yang ia derita selepas menginjakkan kaki di atas Puncak Gunung Gandang Dewata, di atas ketinggian 3037 MDPL.

Baca Juga:  Hari Keempat Pencarian Korban Hilang di Kalama belum Tuai Hasil, Pencarian Dilanjutkan Besok

Sebagai seorang leader pada ekspedisi pendakian ini, Jhiwar memiliki tanggung jawab besar yang harus ia pikul.

Apapun risiko yang dihadapi, Jhiwar harus memastikan rombongannya kembali dengan selamat.

Jhiwar (lingkaran merah) bersama rekannya saat berada di pos 3 jalur gandang dewata
Jhiwar (lingkaran merah) bersama rekannya saat berada di pos 3 jalur gandang dewata

Kisah itu diawali Jhiwar pada Sabtu, 5 Oktober 2024. Beberapa hari sebelumnya, pencinta alam berdarah Mamasa, berusia 19 tahun itu mendapat tugas dari Komunitas Pencinta Alam (KPA).

Mereka adalah Muhammad Aswar, M. Tauhid dan Taufiq Abubakar. Ketiganya merupakan anggota KPA Cakrawala Nusantara, asal Makassar, Sulawesi Selatan.

Ada pula dua warga Polewali Mandar yang tergabung dalam tim ekspedisi ini, masing-masing Muhammad Dwi Habibi dan Mirwan.

Untuk memandu dan membantu tim ini, digunakan jasa penduduk lokal. Dipilihlah Jhiwar, sebagai leader.

Baca Juga:  Ulat Ditemukan di Ompreng SPPG Aralle, Korwil MBG beri Penjelasan: Bukan Kesengajaan

Jhiwar ditemani dua pendaki lokal lainnya yakni Aris Bongga Langi dan Calvin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *