Perkuat Sinergi Media dan BPJS Kesehatan Workshop yang dipromotori AJI Kota Mandar tersebut juga menjadi momentum memperkuat komunikasi antara insan pers dan BPJS Kesehatan.
Sinergi tersebut dinilai penting agar berbagai informasi mengenai kebijakan dan pelayanan JKN dapat diterima masyarakat secara utuh.
Di sisi lain, media tetap memiliki peran independen dalam menjalankan fungsi kontrol sosial serta menyampaikan kritik terhadap pelayanan publik.
Tema “Memperkuat Jurnalisme Berkualitas untuk Mendorong Stabilitas Ekonomi dan Mewujudkan Perlindungan Sosial yang Berkeadilan” menempatkan jurnalisme sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun literasi publik.
Pemberitaan yang akurat dan berimbang diharapkan dapat membantu masyarakat memahami berbagai program perlindungan sosial, sekaligus mendorong penyelenggara layanan publik untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
Melalui kegiatan tersebut, AJI Kota Mandar dan BPJS Kesehatan Cabang Mamuju diharapkan dapat terus membangun ruang dialog yang sehat antara media dan lembaga pelayanan publik.
Sehingga, informasi yang diterima masyarakat semakin berkualitas, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Sementara itu, Ketua AJI Kota Mandar, Frendy Cristian mengatakan, materi yang disampaikan BPJS Kesehatan mengenai hak, kewajiban, serta prosedur pelayanan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sangat penting. Bukan hanya bagi peserta JKN, tetapi juga bagi para jurnalis.
Informasi mengenai alur pelayanan, hak peserta ketika berobat di luar wilayah domisili, ketentuan pelayanan dalam kondisi kegawatdaruratan, ketersediaan obat, hingga mekanisme pengaduan memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai bagaimana sistem pelayanan JKN seharusnya berjalan.
“Bagi kami sebagai jurnalis, pemahaman seperti ini sangat penting,” ujarnya.

