Lintas-Enam.com, Mamasa Luka yang mendalam masih segar di ingatan masyarakat dan keluarga korban kasus pembunuhan Pasutri pada 2022 silam.
Walau telah lewat 2 tahun, motif terlebih pelaku, belum juga terungkap.
Hingga kini, masyarakat dan keluarga tak patah arang, kasus itu jadi salah satu aspirasi mereka pada momen Pilkada Mamasa 2024.
Bertempat di Desa Kabae, Kecamatan Buntumalangka, kepada Calon Bupati Mamasa, Welem Sambolangi dan pasangannya H. Sudirman, salah satu warga dengan berapi-api, menyampaikan aspirasinya agar menuntaskan kasus tersebut ketika terpilih.
“Tolong diusut tuntas kasus pembunuhan di Aralle. Suami istri di Aralle keluarga besar di sini,” pinta Reski, salah seorang warga yang mengaku keluarga korban, Sabtu, (5/10/2024).
Menanggapi itu, Sudirman mengaku juga sangat berduka sebab korban merupakan sahabat karibnya.
Ia bercerita, saat awal kemunculan masalah itu, dirinya tak tinggal diam. Ia akui bahkan sempat berkelahi dengan salah satu aparat kepolisian.
“Bahkan ada satu minggu itu, saya belum katakan bahwa dia meninggal. Karena masih ketemu paginya. Sehingga pada waktu itu terjadi, saya masih tidak yakin. Ah belum meninggal,” tuturnya.

“Kobu tahu persis. Ceritakan keluarga Kobu. Bagaimana tanggapannya Dirman, bagaimana sakitnya Dirman waktu kehilangan saudaranya,” cerita Sudirman sambil menunjuk Kobu, keluarga dekat korban.
Namun, Sudirman mengatakan tak dapat menceritakan secara detail, sebab kasus tersebut telah ditangani pihak berwenang.
Kendati begitu, ia menegaskan bahwa kasus tersebut harus dicari benang merahnya.