Berita  

Staf Khusus Bupati Luwu Utara Ikut Dukung Aksi Damai Gerakan Perjuangan Provinsi Luwu Raya

Staf Khusus Bupati Luwu Utara, Pdt. Surianto Musa, bersama masyarakat aksi damai perjuangan Provinsi Luwu Raya

Staf Khusus Bupati Luwu Utara Ikut Dukung Aksi Damai Gerakan Perjuangan Provinsi Luwu Raya

Lintas-Enam.com, Luwu Utara — Dukungan terhadap pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya kembali mendapat dukungan dari Staf Khusus Bupati Luwu Utara, Pdt. Surianto Musa.

Ia turut hadir langsung dalam aksi damai masyarakat Luwu Raya di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, pada Jumat, (23/01/20)

Kehadiran Pdt. Surianto Musa, di tengah ribuan massa aksi, menjadi simbol dukungan moral pemerintah daerah terhadap aspirasi masyarakat yang telah lama memperjuangkan pemekaran wilayah Luwu Raya, menjadi sebuah provinsi.

Dalam keterangannya kepada awak media, Pdt. Surianto Musa menyampaikan empat pesan penting kepada seluruh peserta aksi agar perjuangan dilakukan secara tertib, bermartabat, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

Baca Juga:  Pertamina Hadir di Pegunungan Mamuju, Warga Keang: Dulu Harus ke Pantai Cari BBM

“Saya mengajak seluruh saudara-saudara seperjuangan untuk tidak kendor dan terus merapatkan barisan dalam memperjuangkan Provinsi Luwu Raya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan agar seluruh massa tidak bertindak anarkis dan tetap mematuhi aturan dalam menyampaikan aspirasi.

“Jangan bertindak anarki. Tetap patuhi aturan dalam penyampaian aspirasi. Kita ingin menunjukkan bahwa masyarakat Luwu Raya adalah masyarakat yang dewasa dalam berdemokrasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pdt. Surianto Musa menekankan pentingnya menjaga etika dan marwah perjuangan.

“Perjuangan ini harus dilakukan secara bermartabat dan elegan. Kita sedang memperjuangkan masa depan daerah dan generasi kita, jadi caranya pun harus mencerminkan nilai-nilai luhur,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan peserta aksi untuk menghargai hak-hak masyarakat lain yang tidak terlibat langsung dalam aksi, khususnya para pengguna jalan dan warga yang sedang mencari nafkah.

Baca Juga:  Ada Aroma Korupsi Dana Hibah di STT Arastamar Mamasa, Rektor Enggan Beri Tanggapan

“Hargai hak orang lain dan jangan merugikan saudara-saudara kita yang sedang dalam perjalanan atau yang sedang mencari nafkah. Aspirasi kita penting, tetapi kehidupan orang lain juga harus kita hormati,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *