Sinergi Muda Mamasa juga menyoroti lemahnya pengawasan internal pemerintah daerah dalam memastikan setiap kegiatan yang menggunakan anggaran publik berjalan sesuai aturan.
Karenanya, Ryan Mewa’ mendesak Inspektorat Daerah segera melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan Dana TUP dalam kegiatan tersebut.
Ryan juga minta pemerintah daerah membuka secara transparan sumber pendanaan dan alur penggunaan biaya pendaftaran peserta.
Ryan bahkan meminta aparat penegak hukum turun tangan, apabila ditemukan indikasi pelanggaran administratif maupun pidana.
“Jangan sampai ruang-ruang kecil seperti ini menjadi pintu masuk pembiaran terhadap praktik yang merusak tata kelola pemerintahan. Jika hari ini dibiarkan, maka besok akan dianggap sebagai hal yang biasa,” ujarnya.
Sinergi Muda Mamasa menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap bentuk penyimpangan dalam pengelolaan keuangan daerah.
Bagi mereka, menjaga integritas penggunaan anggaran bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kewajiban moral seluruh elemen masyarakat.
“Uang negara adalah uang rakyat. Tidak boleh dipermainkan, apalagi disamarkan dalam kegiatan yang tidak jelas akuntabilitasnya,” tutup Ryan Mewa’. (*)
