Ia meluruskan bahwa penyuluh yang telah ada sudah baik, hanya saja perlu dibantu dengan fasilitas.
“Bukan berarti tidak baik. Jangan salah kaprah. Penyuluhnya sudah baik tetapi harus dibantu dengan fasilitas,” katanya.
Selain itu, ia juga sama menekankan perlu memperhatikan postur anggaran terlebih dahulu.
Sebab pengadaan penyuluh baginya butuh pembiayaan dari segi fasilitas.
Menanggapi pernyataan dari David, salah satu penyuluh pertanian Mamasa yang tak ingin disebutkan namanya mengungkapkan ketidaksepakatan-nya.
Ia mengungkapkan bahwa sudah banyak penyuluh Mamasa yang mengeyam pendidikan mulai dari strata satu (S1) hingga strata 2 (S2).
“Saya kurang sepakat kalau dikatakan penyuluh sekarang tidak profesional, atau tidak berpendidikan. Banyak penyuluh yang S1, bahkan ada yang S2,” tuturnya via WhatsApp.
Walau masih ada yang belum sarjana, lanjutnya, namun telah dibekali sesuai dengan tupoksinya.
“Sudah dibekali dengan tugasnya sebagai penyuluh untuk terjun ke lapangan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Pilkada Mamasa diikuti 3 pasangan calon, masing-masing nomor urut 1 Robinson Paul Tarru-David Bambalayuk, nomor urut 2, Ruslan D. Pandayai-Andi Faridha Fachri dan nomor urut 3 Welem Sambolangi-H. Sudirman.(*)
