Arman menyebut, sekolah tersebut pernah dikunjungi oleh Ramlan Badawi, Bupati Mamasa saat itu, pada 2023 dan dijanjikan pembangunan gedung baru.
“Pada saat ulang tahun desa, dia berjanji saat itu, gedung ini akan segera dibangun baru,” tuturnya.
Namun, hingga kini ia mengaku sekolah tersebut tak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah, meski sudah melaporkan kondisinya sejak berdiri.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Mamasa, Rusli saat dihubungi menjelaskan bahwa SMP Negeri 6 Buntu Malangka tak dapat bantuan dari pemerintah pusat, sebab tak memenuhi standar nasional.
“Itu tidak dapat bantuan dari pusat karena siswanya kurang. Sedangkan untuk dapat bantuan dari pusat, minimal 60 siswa,” terangnya via telepon WhatsApp di hari yang sama.
“Perhatian pemerintah selalu ada, hanya karena kondisi Mamasa defisit 200 miliar lebih. Sekolah di bawah 60 orang berharap APBD, sedangkan Mamasa defisit. Apa daya tangan tak sampai,” jelasnya.
Untuk itu, pihaknya berencana akan mengembalikan statusnya sebagai kelas jarak jauh. Begitu pun dengan banyak sekolah lain di Mamasa, yang ia sebut terlalu banyak.
“Banyak sekolah-sekolah nanti akan dimerger karena tidak memenuhi standar nasional. Jadi kelas jauh saja.” katanya.(*)
