Lintas-Enam.com, Mamasa – Jalan dan jembatan sejatinya berfungsi sebagai akses penghubung sekaligus jadi urat nadi perekonomian bagi masyarakat di suatu wilayah.
Namun apa jadinya jika jalan atau jembatan yang diharapkan menjadi urat nadi perekonomian, justru mengancam keselamatan masyarakat.
Seperti yang dialami masyarakat di dua desa di Kecamatan Tabang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, tepatnya di Desa Masuppu.
Pasalnya, terdapat jembatan di desa itu cukup memprihatinkan.
Jembatan itu terbuat dari rangka baja dan lantai papan, namun kondisinya miring dan sangat mengancam keselamatan warga yang melintasinya.
Masyarakat harus bertaruh nyawa melintasi jembatan itu lantaran tak ada akses lain yang bisa dilalui.

Agar bisa dilalui, jembatan yang susah miring itu terpaksa ditopang warga menggunakan bambu.
Menurut keterangan warga, Agus Randika, jembatan itu satu-satunya penghubung antar Desa Masuppu dan Tabang Barat.
Jembatan itu tak hanya dilalui mengangkut hasil pertanian masyarakat, tetap juga dilalui anak sekolah setiap harinya.
Agus menyebut, jembatan yang nyaris ambruk itu sudah bertahun-tahun dibiarkan dengan kondisi yang tak terurus.
“Sudah lama sekali, tidak ada perhatian dari pemerintah,” ujar Agus, kepada Lintas.Enam.com via Messenger, Selasa (27/2/2024).
Agus berharap jembatan itu mendapat perhatikan dari pemerintah daerah, sebelum menelan korban.
“Semoga ada perhatian pemerintah sebelum ada korban,” harap Agus.(*)





