“Menghadirkan air bersih bagi masyarakat kita di Luwu Utara merupakan kebutuhan yang sangat penting dan sangat mendesak, terutama wilayah-wilayah yang saat ini tidak mampu kita jangkau dengan PDAM kita,” katanya.
Selain penyediaan air bersih, sistem yang dikembangkan juga mengintegrasikan sejumlah teknologi, mulai dari energi surya, penyimpanan energi, sistem pemompaan hingga pengelolaan air.
Bupati berharap keberadaan proyek ini dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
Jika berhasil diterapkan, teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperluas akses masyarakat terhadap air bersih dan air siap minum.
Ground breaking kemudian ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim bersama anggota DPRD Luwu Utara dan CEO Hyunjin Enterprise Lim Aruem.
Peletakan batu pertama itu menjadi penanda dimulainya proyek demonstrasi sistem pemurnian air off-grid di Luwu Utara. (*)






