Festival Literasi Mamasa akhirnya tidak sekadar menjadi ruang membaca.
Di tangan Sekolah Alam Pangngukiq, literasi diperluas menjadi pengalaman melihat, mencoba, memahami dan menceritakan kembali.
Sebuah cara sederhana untuk memastikan pengetahuan leluhur Mamasa tidak berhenti sebagai cerita masa lalu, tetapi tetap hidup di tangan generasi berikutnya. (*)
