Berita  

Aktivis Mamasa Kecam Tindakan Represif Aparat terhadap Massa Penolak Aktivasi TPA Salurano

Gambar: Aktivis Mamasa, Midin, kecam tindakan represif aparat kepolisian terhadap penolakan pengaktifan TPA Salurano

Menurutnya, tindakan represif terhadap masyarakat yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup justru dapat dipandang sebagai bentuk pembungkaman terhadap suara rakyat.

“Jangan sampai aparat digunakan untuk membungkam masyarakat yang sedang memperjuangkan hak dan ruang hidupnya,” bebernya.

Midin lanjut mengatakan, negara seharusnya hadir untuk melindungi hak warga negara, bukan membatasi kebebasan mereka dalam menyampaikan aspirasi secara damai.

Selain meminta pembebasan para aktivis, Midin juga mengimbau Pemerintah Kabupaten Mamasa agar tidak memaksakan pengaktifan TPA Salurano tanpa adanya kesepahaman dengan masyarakat terdampak.

Baca Juga:  Hak Tenaga Medis di Mamasa Belum Tuntas, Dokter Soroti Tunggakan Insentif dan BPJS Non-Kapitasi

Ia meminta pemerintah mengedepankan dialog dan pendekatan persuasif guna mencari solusi terbaik atas polemik tersebut.

“Kami berharap pemerintah tidak memaksakan kehendaknya. Yang dibutuhkan saat ini adalah langkah-langkah strategis melalui pendekatan persuasif, membuka ruang dialog, mendengarkan aspirasi masyarakat, dan bersama-sama mencari solusi yang adil bagi semua pihak,” tuturnya.

Midin menegaskan bahwa penyelesaian persoalan lingkungan harus dilakukan dengan menghormati hak-hak masyarakat serta mengedepankan prinsip demokrasi, supremasi hukum, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. (*)

Baca Juga:  Aktivis GMNI Mamasa Desak Polres Usut Dugaan Mafia BBM Bersubsidi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *